Home‎ > ‎Liputan Media Massa‎ > ‎DKI Jakarta‎ > ‎Jakarta Timur‎ > ‎

Air Baku Aetra Keruh

Air saluran irigasi Tarum Barat, Kalimalang, keruh, berwarna kehitaman, dan berbau sampai Rabu (13/4) siang. Padahal, air ini digunakan sebagai air baku oleh PT Aetra Air Jakarta. Akibat kualitas air buruk, Aetra menurunkan produksi di Instalasi Pengolahan Air Buaran, Jakarta Timur, hingga 14 persen dari kondisi normal.

Dalam kondisi normal, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran memproduksi 5.000 liter per detik. Penurunan produksi mengganggu distribusi pada Rabu ke pelanggan Aetra di kawasan Jakarta Timur dan sebagian Jakarta Pusat, antara lain, Pulogebang, Kampung Melayu, Senen, dan Gunung Sahari Utara.

Manajer Humas Aetra Rika Anjulika menyatakan, penurunan produksi hanya dilakukan di IPA Buaran, sementara produksi di IPA Pulogadung dan Pusat Distribusi Cilincing normal. ”Buruknya kualitas air Tarum Barat terpantau terjadi sejak Selasa malam. Kekeruhan dan kandungan amonia air Tarum Barat terpantau di atas kondisi normal,” kata Rika ketika ditemui di Buaran, kemarin.

Rika menambahkan, Aetra sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta dan BPLHD Provinsi Jawa Barat terkait pengawasan air saluran Tarum Barat.

Pengamat Bendung Bekasi, Nasrun Situmeang, mengatakan, tingkat kekeruhan air saluran Tarum Barat dari arah Bendung Bekasi ke Jakarta 400 NTU (nephelometric turbidity unit).

Sebenarnya, tingkat kekeruhan air Kalimalang dari Kabupaten Bekasi rendah, yakni 49 NTU, tetapi tingkat kekeruhan air Kali Bekasi mencapai 500 NTU. Akibatnya, tingkat kekeruhan air ketika bercampur di Bendung Bekasi dan mengalir ke Kalimalang tujuan Jakarta jadi 400 NTU. Ambang batas maksimal tingkat kekeruhan 2.000 NTU. Dugaan sementara, tingkat kekeruhan Kali Bekasi tinggi karena air bercampur dengan limbah industri.

Sumber :http://cetak.kompas.com/read/2011/04/14/0257262/.air.baku.keruh


Comments